Keutamaan Shalat Tarawih (3) - Serial 40 Hadis Ramadhan

❄🌻 ®🅰Ⓜ🅰🌙🅰🧲 🌻❄  

(40 HADIS RAMADHAN) 

12- KEUTAMAAN SHALAT TARAWIH (3) 

Dari Abu Dzarr Al-Ghifary radhiyallahu 'anhu ia berkata:  Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda;

مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ

“Barangsiapa yang shalat tarawih bersama  imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat malam semalam suntuk.” (HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasai, dan Ibnu Majah. Dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

✍️ Faidah Hadis :

1️⃣ Menerangkan akan keutamaan shalat tarawih yang dilakukan secara berjamaah (baik dimasjid maupun dirumah), bahwa jika seorang makmum menuntaskan shalat tarawih dan witirnya bersama imam, maka shalat tarawihnya tersebut (seberapapun durasi waktunya) akan dihitung senilai dengan shalat malam semalam  penuh.

2️⃣ Hadis ini adalah salah satu alasan atas diutamakannya shalat tarawih berjamaah daripada shalat seorang diri. Juga shalat tarawih  berjamaah turun temurun dipraktekkan oleh kaum muslimin dari masa ke masa bahkan sempat dilakukan beberapa kali oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dengan para shahabatnya, hanya saja beliau meninggalkannya karena khawatir akan diwajibkannya kepada umatnya. Dan setelah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia, shalat berjamaah tarawih kembali digalakkan oleh para shahabat Nabi radhiyallahu anhum mengingat syariat sudah stabil dimana  kekhawatiran akan diwajibkannya sudah tidak ada lagi.

3️⃣ Bagi mereka yang ikut shalat tarawih berjamaah hendaklah tidak beranjak pergi sampai ia menyelesaikan  shalat witirnya bersama imam. Beranjak meninggalkan jamaah sebelum imam tuntas dari shalatnya; baik karena alasan ingin berwitir dirumah, bacaan imam dianggap panjang atau kurang merdu, atau  ingin melanjutkan shalat malamnya dirumah maka perbuatan tersebut secara nyata meninggalkan keutamaan yang besar, yaitu kesempatan dicatatnya pahala senilai shalat malam semalam penuh.

4️⃣ Jika imam memilih untuk meneruskan tarawih 23 rakaat sedang makmum berpendapat bahwa tarawih tidak lebih dari 11 rakaat, apakah makmum boleh beranjak pergi sebelum imam tuntas? Mayoritas ulama berpendapat bahwa makmum tersebut tetap dianjurkan mengikuti imam hingga tuntas witirnya, alasannya bahwa shalat malam tidak memiliki batas maksimal dan tidak ada satu ulama salaf pun yang mengatakan bahwa batas maksimal shalat malam adalah 11 rakaat. Namun jika sang makmum merasa tidak tenang dengan itu, yakni dirinya merasa lebih mantap untuk tidak menambah lebih dari 11 atau 13 rakaat sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam maka ia bisa beranjak setelah 8 rakaat tarawih dan berwitir dirumah atau duduk menunggu lalu berwitir saat imam berwitir. Apakah dengan cara terakhir ini makmum mendapatkan pahala shalat semalam suntuk?

5️⃣ Jawabnya, yang tampak berdasarkan dhahir hadis diatas, sang makmum tidak mendapatkan keutamaan tersebut sebab yang dituntut dari hadis diatas adalah shalat bersama imam dalam semua jumlah rakaatnya dari awal hingga akhir bukan sebagiannya saja. Namun apakah makmum tersebut benar-benar telah kehilangan keutamaan shalat semalam penuh? Jawabnya, tidak kehilangan asalkan dirinya mengikuti shalat shubuh berjamaah bersama imam. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pernah bersabda, “Barangsiapa melaksanakan shalat Isya’ secara berjamaah, maka dia seperti telah melaksanakan shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa melaksnakan shalat Shubuh secara berjamaah, maka dia seperti telah shalat seluruh malam.”(HR. Muslim)

✍️Ustadz Abu Halbas Muhammad Ayyub Lc

⭕🧭⭕

〰〰〰〰〰〰〰
📱JOIN US
Whatsapp : ISLAMIC CENTER WULUHAN :
https://chat.whatsapp.com/LJTcXonhx7ZI6XPazC8I7Y
〰〰〰〰〰〰〰

📡 Disebarkan dan diedit oleh
Yayasan Al-Burhan Jember (Islamic Center Wuluhan)
Jl. Patimura, Purwojati, Dukuh Dempok, Wuluhan, Jember

#kajian #sunnah #ramadhan #muhammadayyub #alburhanjember #islamiccenter #wuluhan #jember

Komentar

Lebih baru Lebih lama