Fiqih Puasa Syawal

🍃 FIQH PUASA SYAWAL 🍃

✍ Diterjemahkan oleh : Ustadz Muhammad Ayyub, Lc

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda;

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian mengiringinya dengan berpuasa enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa satu tahun." (HR. Muslim)

Bagi yang mengetahui keutamaan puasa syawal diatas maka menjadi istimewalah puasa tersebut dihatinya. Keistimewaannya bukan menghapus dosa selama setahun tetapi setara dengan puasa setahun. Jika ada diantara puasa yang seharinya dapat menghapus dosa setahun dan dua tahun (mis: puasa Muharram dan Arafah) lalu bagaimana menurut anda tentang puasa yang setahun? 

Untuk memahami lebih jauh tentang puasa syawal maka berikut tulisan ringkas lagi berfaedah terkait dengannya, semoga bermanfaat.

Ketahuilah bahwa;

⭐ Puasa enam hari dibulan syawal keutamaannya agung serta besar pula pahalanya. Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian ia lanjutkan dengan puasa enam hari dari bulan syawal maka ia seperti berpuasa se dahr. Sedang maksud dahr disini adalah setahun. Setara dengan setahun lantaran setiap kebaikan diganjar sepuluh kali lipat. Dengannya orang yang berpuasa sebulan penuh dibulan ramadhan setara dengan orang yang berpuasa penuh sepuluh bulan, setahun kurang dua bulan (atau kurang 60 hari) dimana puasa enam hari syawal setara dengan bilangan hari tersebut.

⭐ Puasa enam hari syawal adalah mustahab (sunnah) bukan wajib, namun tidak sepatutnya melalaikan puasa yang satu ini mengingat amalannya ringan namun pahalanya besar ditambah lagi puasa ini berada setelah manusia menunaikan puasa sebulan penuh dan telah dimaklumi bersama bahwa setiap kali puasa itu besar kadar kepayahannya lantaran udara yang begitu panas misalnya maka semakin besar pula pahalanya.

⭐ Barangsiapa yang memiliki tanggungan puasa ramadhan maka ia tidak dibenarkan melakukan puasa syawal sebelum melunasi tanggungannya sebab dirinya belum dikatakan telah melakukan puasa ramadhan namun baru melakukan sebagiannya, sedang keutamaan yang dimaksudkan didalam hadis (setara puasa setahun)  disyaratkan tuntasnya puasa ramadhan sebulan penuh kemudian diikuti puasa enam hari dibulan syawal bukan bagi orang yang masih memiliki tanggungan. 

⭐ Menyibukkan diri dengan melunasi tanggungan puasa ramadhan atau puasa wajib lainnya (mis: nadzar) adalah lebih besar pahalanya dan lebih agung bentuk qurbah(pendekatannya) kepada Allah ta'ala, disamping itu telah membebaskan seseorang dari ikatan wajib. Dalam hadis qudsi disebutkan;

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ

"Dan tidaklah seorang hamba bertaqarrub (mendekatkan diri dengan beribadah) kepada-Ku dengan sesuatu, yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Ku-wajibkan kepadanya" (HR. Al Bukhari)

⭐ Tidak sah menyatukan niat meng qadha puasa ramadhan dengan niat puasa syawal sekaligus dalam satu hari, karena puasa wajib mesti dengan niat yang khusus dan mesti diniatkan dimalam hari. Maka barangsiapa yang menyatukan dua niat tersebut dalam satu hari, maka puasa qadha nya belum lagi  teranggap, puasa yang dilakukannya adalah puasa sunnah dan dirinya masih memiliki tanggungan mengganti puasa yang tidak sah tersebut. 

⭐ Puasa syawal mesti diniatkan dimalam hari, tidak cukup hanya diniatkan disiang hari lantaran ia adalah ibadah sunnah yang mu'ayyan(terikat) lagi murattab (yang mesti dilakukan secara tertib berurutan) yang memiliki keutamaan khusus. Dengannya, ia mesti dikerjakan seharian penuh dari awal siang dengan niat yang khusus, beda halnya dengan puasa sunnah mutlak seperti puasa senin dan kamis dan lainnya dimana puasa-puasa tersebut telah dianggap sah apabila diniatkan disianghari bagi orang yang belum makan apapun namun pahala terhitung semenjak ia memulai niat puasanya bukan semenjak awal siang sebagaimana yang ditetapkan ahli ilmu.

⭐ Tidak ada kemestian berpuasa syawal setiap tahunnya. Dengan demikian, barangsiapa yang tidak mengerjakan puasa syawal ditahun-tahun sebelumnya maka ia boleh berpuasa ditahun ini dan ditahun-tahun setelahnya. Begitu juga halnya, tidak ada keharusan menuntaskan puasa syawal ditahun yang ia jalani; barangsiapa telah mengerjakan sebagian puasa syawal (mis: 3 hari) dan ia tidak ingin meneruskannya (untuk 3 hari yang tersisa) maka ia boleh melakukannya dan tidak ada dosa dan denda apapun baginya lantaran puasa syawal adalah puasa sunnah bukan puasa wajib. Dalam hadis disebutkan;

الصَّائِمُ الْمُتَطَوِّعُ أَمِيرُ نَفْسِهِ ، إِنْ شَاءَ صَامَ ، وَإِنْ شَاءَ أَفْطَرَ

"Orang yang melakukan puasa sunnah, menjadi penentu dirinya. Jika ingin melanjutkan, dia bisa melanjutkan, dan jika dia ingin membatalkan, diperbolehkan.”(Dishahihkan oleh Albani dalam Shahihul Jami' 3854)

⭐ Barangsiapa yang tengah menjalani puasa syawal atau puasa-puasa sunnah lainnya dan ia ingin membatalkan puasa yang tengah dijalaninya itu baik karena ada udzur maupun tanpa udzur, maka ia boleh melakukannya berdasarkan keumuman hadis;

الصَّائِمُ الْمُتَطَوِّعُ أَمِيرُ نَفْسِهِ ...

"Orang yang melakukan puasa sunnah, menjadi penentu dirinya..."

Namun memutuskan dan membatalkannya tanpa udzur adalah makruh berdasarkan firman Allah ta'ala;

وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ

"Dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu." (QS. Muhammad 33)

Adapun puasa wajib semisal puasa qadha dan puasa kaffarat, maka orang yang menjalaninya tidak diperbolehkan membatalkannya kecuali karena ada udzur.

⭐ Diperkenankan berpuasa enam hari syawal dengan cara berturut-turut atau dengan cara terpisah-pisah selagi didalam bulan syawal. Namun yang lebih utama jika dilakukan secara berturut-turut langsung setelah hari ied bagi orang yang sanggup melakukannya lantaran hal itu lebih mendahului dan lebih bersegera dalam menyambut kebaikan, lebih cepat dalam memperoleh keutamaan, dan lebih selamat dari datangnya berbagai macam rintangan yang dapat menghalangi pelaksanaan puasa tersebut. Sedang bagi orang yang ingin melakukannya secara terpisah, ia diperbolehkan menepatkan waktunya dihari-hari yang disukai berpuasa padanya seperti hari senin, kamis, dan ayyamul bidh sedang niatnya untuk itu cukup dengan niat puasa enam hari dibulan syawal. 

⭐ Bagi yang sudah terbiasa merutinkan puasa syawal dalam tiap tahunnya lantas dirinya mendapatkan rintangan pada salah satu dari tahun-tahun tersebut berupa sakit, safar, nifas, hamil, atau rintangan-rintangan lainnya maka Allah telah menetapkan untuknya pahala puasa syawal sekalipun ia tidak mengerjakan puasa tersebut berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam;

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

"Apabila seorang hamba sakit atau bepergian (safar), dicatat (amalannya) seperti apa yang dikerjakannya ketika dia bermukim dan sehat.’” (HR Bukhari dan lainnya)

⭐ Berikut di antara faedah puasa 6 hari dari bulan syawal ;

1. Terwujudkannya sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam serta terjalaninya perintah beliau. 

2. Berkelanjutannya amal shalih setelah ramadhan, dan ia merupakan satu tanda dari tanda diterimanya amal shalih dengan izin Allah.

3. Teraihnya pahala puasa setahun penuh.

4. Tersempurnakannya kekurangan yang diperoleh saat  puasa ramadhan.

Dan pada akhirnya kita memohon kepada Allah ta'ala agar segenap kaum muslimin diberikan hidayah pada jalan yang haq, menolong mereka dalam mengerjakan kebaikan, kokoh dalam menjalankan perintah, serta memiliki tekad yang kuat untuk mendapatkan petunjuk. Ya Allah terimalah shalat, puasa, qiyam dan amal-amal shalih kami dan dari kaum muslimin, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.

Ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Farhan Al Qahthani dari situs : https://ar.islamway.net/article/48987/

Judul: أخصر-الأقوال-في-أحكام-صيام-الست-من-شوال

〰〰〰〰〰〰〰
📱JOIN US
Whatsapp : ISLAMIC CENTER WULUHAN :
https://chat.whatsapp.com/LJTcXonhx7ZI6XPazC8I7Y
〰〰〰〰〰〰〰

📡 Disebarkan dan diedit oleh
Yayasan Al-Burhan Jember (Islamic Center Wuluhan)
Jl. Patimura, Purwojati, Dukuh Dempok, Wuluhan, Jember

#kajian #sunnah #ramadhan #muhammadayyub #alburhanjember #islamiccenter #wuluhan #jember

Komentar

Lebih baru Lebih lama