FIQH WALIMATUL 'URS

💎 FIQIH WALIMATUL 'URS 💎 (bagian 1)

✍️ Ustadz Muhammad Ayyub Lc

  •┈•┈⊰✿﷽✿⊱┈•┈• 

•⊰✿ Walimatul 'Urs (س) bukan Walimatul 'Ursy(ش)  ✿⊱•

Makna Al-'Urs (العُرْس ) adalah azzifaf wa attazwij yaitu pernikahan atau perkawinan, bentuk pluralnya adalah (الأَعْرَاسْ). Adapun makna Al-'Ursy (العُرْش) adalah al udzunu yaitu telinga. Sedang Al-'Urusy  (العُرُوْش)   adalah bentuk plural dari kata Al-'Arsy (العَرْشُ) yang bermakna tahta atau singgasana. 

Dan yang dimaksud dalam pembahasan kita kali ini adalah walimatul 'urs (pernikahan), bukan walimatul 'ursy (telinga) dan bukan pula walimatul 'urusy (singgasana) .

•⊰✿ Definisi Walimatul 'Urs  ✿⊱•

Walimah adalah suatu istilah untuk setiap makanan yang dibuat untuk acara pernikahan atau acara lainnya ( Lisanul Arab 2/4919) atau yang dibuat untuk acara perkumpulan ( Mishbahul Munir h.399). 

Sedang kata walimah sendiri berasal dari kata al walm yang bermakna berkumpul sedang 'urs bermakna pernikahan.

Sedang Ibnu Faris berpendapat bahwa walimah itu adalah istilah khusus untuk makanan yang dibuat pada acara pernikahan (Misbahul munir). 

Dan pendapat yang masyhur bahwa kalimat walimah jika disebut secara mutlak maka yang dimaksudkan adalah walimatul 'urs. Adapun untuk makananan selain walimatul 'urs maka tidak disebut secara mutlaq kecuali dengan gandengannya semisal walimah khitan, dsb. (Fathul Bari)

Bersambung......

💎 FIQIH WALIMATUL 'URS 💎 (bagian 2)

✍️Ustadz Muhammad Ayyub Lc

 •┈•┈⊰✿﷽✿⊱┈•┈• 

•⊰✿ Macam-macam Walimah ✿⊱•

Makanan untuk jamuan pernikahan setelah dukhul (jima') disebut الوَلِيْمَة, jamuan pernikahan saat akad disebut الشُّنْدُخ أَوْ التَّمْلِيْك,  jamuan menempati rumah baru disebut الوَكِيْرَة, jamuan atas keselamatan ibu  dalam melahirkan disebut الخُرْس, jamuan atas kelahiran anak disebut العَقِيْقَة,  jamuan untuk khitan disebut الإِعْذَار, jamuan datang dari safar disebut النَقِيْعَة, jamuan yang dibuat untuk orang yang tertimpa musibah disebut الوَضِيْمَة,  jamuan khataman qur'an bagi anak kecil disebut الحِذَاقَة dan semua jamuan yang dibuat untuk undangan (tanpa ada sebab) disebut المَأْدَبَة أو المَأْدُبَة. Jamuan yang diperuntukkan untuk orang-orang khusus disebut النَّقَرَي sedang jamuan untuk orang umum الجَفَلَى .

•⊰✿ Hukum walimatul 'urs ✿⊱•

Pendapat yang rajih (unggul) bahwa walimah pernikahan itu wajib hukumnya. Diantara dalil yang menunjukkan demikian adalah perintah Nabi shallallahu alaihi wasallam kepada Abdurrahman bin 'Auf untuk menyelenggarakan walimah, beliau bersabda;

 أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ 

"Adakan walimah meskipun dengan menyembelih seekor kambing" (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Hadis diatas adalah perintah sedang hukum asal pada perintah itu adalah wajib selagi tidak ada dalil yang memalingkannya kesunnah. 

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada Ali ketika meminang Fathimah radhiyallahu 'anha;

إِنَّهُ لا بُدَّ لِلعُرْسِ مِنْ وَلِيمَةٍ

"Sesungguhnya pada pernikahan itu mesti ada walimah"(HR. Ahmad. Al Hafizh dalam Al Fath 9/230) berkata, 'Sanadnya, la ba'sa bihi)

•⊰ Bersambung ⊱•〰〰〰〰〰〰〰

💎 FIQIH WALIMATUL 'URS 💎 (bagian 3)

✍️Ustadz Muhammad Ayyub Lc

 •┈•┈⊰✿﷽✿⊱┈•┈• 

•••⊰✿ Waktu walimatul 'Urs ✿⊱•••

Walimatul 'urs dapat diselenggarakan dihari saat akad telah dilangsungkan, dihari berikutnya setelah akad, dihari setelah malamnya bercampur atau dihari-hari setelahnya. Waktunya longgar lantaran tidak adanya dalil yang menyebutkan secara tegas kapan sebaiknya walimatul 'urs diselenggarakan. 

Ibnu Hajar rahimahullah berkata;

وَقَدْ اِخْتَلَفَ السَّلَف فِي وَقْتهَا ، هَلْ هُوَ عِنْد الْعَقْد ، أَوْ عَقِبه ، أَوْ عِنْد الدُّخُول ، أَوْ عَقِبه ، أَوْ مُوَسَّع مِنْ اِبْتِدَاء الْعَقْد إِلَى اِنْتِهَاء الدُّخُول ، عَلَى أَقْوَال" انتهى"فتح الباري" (9/230) . 

"Para salaf berbeda pendapat mengenai waktu walimah; apakah saat akad, atau setelahnya, atau saat dukhul (bercampur), atau setelahnya, atau waktunya longgar dimulai dari permulaan akad dan berakhir hingga dukhul" (Fathul Bari 9/230)

Namun yang lebih utama adalah walimah dilakukan setelah bercampur. Diantara dalil yang menunjukkan demikian;

✔Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu ia berkata;

بَنَى النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – بِامْرَأَةٍ فَأَرْسَلَنِى فَدَعَوْتُ رِجَالاً إِلَى الطَّعَامِ

"Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah mengumpuli istri barunya lalu mengutusku mengundang orang-orang untuk makan." (HR. Al-Bukhari)

✔Juga dari Anas radhiyallahu anhu ia berkata;

أَصْبَحَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَرُوسًا بِزَيْنَبَ بِنْتِ جَحْشٍ وَكَانَ تَزَوَّجَهَا بِالْمَدِينَةِ فَدَعَا النَّاسَ لِلطَّعَامِ بَعْدَ ارْتِفَاعِ النَّهَارِ 

Dipagi harinya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun telah menjadi  _'aruus'(suami) bagi Zainab, beliau menikahinya di Madinah, lalu beliau mengundang para shahabat untuk menghadiri jamuan walimah setelah meningginya matahari" (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

✔ Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata;

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- رَأَى عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ وَعَلَيْهِ رَدْعُ زَعْفَرَانٍ فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « مَهْيَمْ ». فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ تَزَوَّجْتُ امْرَأَةً. قَالَ « مَا أَصْدَقْتَهَا ». قَالَ وَزْنَ نَوَاةٍ مِنْ ذَهَبٍ. قَالَ « أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ ».

"Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat Abdurrahman bin Auf sementara ada bekas za’faran di bajunya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa yang terjadi dengan kamu?” Abdurrahman menjawab, “Ya Rasulullah, saya telah menikahi seorang wanita.” Beliau bersabda, “Berapa maharnya?” Abdurrahman menjawab, “Setengah dinar.” Kemudian beliau bersabda, “Adakan walimah, meskipun dengan seekor kambing.” (HR. Muttafaq ‘alaih).

✿ Bersambung ✿

💎 FIQIH WALIMATUL 'URS 💎 (bagian 4)

✍️Ustadz Muhammad Ayyub Lc

•┈•┈⊰✿﷽✿⊱┈•┈• 

•••⊰✿ Siapakah yang berkewajiban menyelenggarakan walimah? ✿⊱•••

Pada asalnya kewajiban walimah ada dipihak suami bukan dipihak istri, lantaran suamilah yang mendapatkan perintah untuk itu. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada Abdurrahman bin Auf;

 أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ 

"Adakan walimah meskipun dengan menyembelih seekor kambing" (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Selain karena perintah Nabi shallallahu alaihi wasallam alasan lain dibebankannya walimah kepada laki-laki lantaran nikmat pernikahan yang dirasakan oleh suami adalah lebih besar dari yang dirasakan oleh istri; karena suamilah yang aktif mencari pasangan dan amat jarang wanita yang aktif mencari pasangannya (syarhul mumti' 12/321)

Namun diperbolehkan acara walimah ditanggung bersama oleh kedua belah pihak atau dari pihak istri saja  apabila dirinya ridha dengan hal itu. Dan jika terjadi perselisihan diantara keduanya tentang siapa yang berkewajiban menyelenggarakan walimah, maka kewajiban itu ada pada pihak suami sebagai yang disebutkan sebelumnya.

✿ Bersambung ✿

💎 FIQH WALIMATUL 'URS (Bagian 5)

✍️Ustadz Muhammad Ayyub Lc

•⊰✿﷽✿⊱• 

⊰✿ Tempat penyelenggeraan walimah  ✿⊱

Walimatul 'urs dapat diselenggarakan dimana saja; dirumah orang tua pengantin wanita atau pengantin laki-laki, digedung pernikahan, dihotel, ditanah lapang, serta ditempat mana saja yang dirasa cocok dan nyaman. Persoalan tempat adalah persoalan adat (dunia) sedang persoalan adat hukum asalnya adalah mubah. Dalam kaedah fiqh dinyatakan;

 الأَصْلُ فِي العَادَاتِ العَفْوُ وَالإِبَاحَةُ

"Hukum asal pada adat istiadat adalah dimaafkan dan dibolehkan"

Hanya saja, penyelenggaraan di gedung-gedung pernikahan atau di hotel-hotel yang mewah berpotensi besar adanya pemborosan, ketidakhadiran orang-orang miskin atau hadir namun memaksa mereka untuk memantaskan diri, adanya ikhtilath (campur baur laki dan perempuan), serta terlihatnya wanita-wanita berhias ala jahiliyah, maka sebaiknya tidak dilakukan ditempat-tempat tersebut. Namun jika pelanggaran-pelanggaran tadi dapat terhindarkan maka kembali kehukum asal, bahwa hal tersebut diperbolehkan. 

🔹 Menutup badan jalan

Adapun menyelenggarakan walimatul 'urs dibadan jalan yang biasa dilalui orang-orang, baik menutupi seluruhnya atau sebagiannya adalah haram hukumnya. Keharaman ini didasarkan pada sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam;

 مَنْ ضَيَّقَ مَنْزِلًا ، أَوْ قَطَعَ طَرِيقًا ، فَلَا جِهَادَ لَهُ 

"Barangsiapa yang menyempitkan rumah (orang lain), atau memutus jalan, maka tidak ada jihad baginya" (Shahih. Dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahihul Jami' hadis nomor 6378)

Syaikh Mulla Ali Al Qari berkata menjelaskan sabda Nabi  shallallahu alaihi wasallam, 'memutus jalan' ;

بِتَضْيِيقِهَا عَلَى الْمَارَّةِ 

'Adalah dengan menyempitkannya bagi orang yang hendak melintas' (Al Mirqat)

🔸 Walimatul 'urs di masjid

Tidak ada kesunnahan menyelenggarakan walimah di masjid. Tidak dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam dan juga tidak dilakukan oleh para shahabat radhiyallahu anhum. 

Namun menyelenggarakannya di masjid adalah boleh selagi tidak ada perkara-perkara maksiyat dan kebid'ahan dalam walimah tersebut. Pembolehan ini lantaran fungsi masjid di masa Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak hanya sebatas untuk shalat dan dzikir. Adakalanya digunakan untuk menerima utusan (duta) di dalam masjid, tempat mengikat tawanan, tempat mengobati orang sakit, dan lain sebagainya.

Hanya saja berkeyakinan bahwa menyelenggarakan walimah dimasjid adalah lebih utama dibanding ditempat lainnya maka ini adalah keyakinan bid'ah.

➖➖🔰➖➖

〰〰〰〰〰〰〰
📱JOIN US
Whatsapp : ISLAMIC CENTER WULUHAN :
https://chat.whatsapp.com/LJTcXonhx7ZI6XPazC8I7Y
〰〰〰〰〰〰〰

📡 Disebarkan dan diedit oleh
Yayasan Al-Burhan Jember (Islamic Center Wuluhan)
Jl. Patimura, Wuluhan, Jember

#kajian #sunnah #ramadhan #muhammadayyub #alburhanjember #islamiccenter #wuluhan #jember

Komentar

Lebih baru Lebih lama