Beberapa Aturan Terkait Dengan Shalat Idul Fitri

BEBERAPA ATURAN TERKAIT DENGAN SHALAT IDUL FITRI

✍️ Ustadz Abu Halbas Muhammad Ayyub Lc

🧭 Waktu Shalat ‘Idul Fithri

Waktu shalat ‘Idul Fithri dimulai sejak matahari telah terbit dan meninggi seukuran tombak atau kurang lebih 15 menit setelah matahari terbit.  

Dari Abdullah bin Busr, shahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya ia pernah keluar berangkat bersama orang-orang (ke tempat pelaksanaan shalat ‘Ied) pada hari raya ‘Iedul Fithri atau ‘Iedul ‘Adh-ha, lalu dia menentang keterlambatan imam seraya berkata, 'Sesungguhnya kami telah menyia-nyiakan waktu kami ini. Yakni ketika berlangsungnya waktu tasbih (waktu shalat Dhuha)].’ (Shahih. HR. Abu Dawud 1135 dan Ibnu Majah 1317).

🧭 Adzan dan Iqamah

Dalam shalat ‘Id tidak disyari’atkan untuk mengumandangkan adzan, iqamah, maupun ucapan “ash-Shalâtu Jâmi’ah”. 

Hal ini didasarkan pada hadits Jâbir bin Samurah, dia bercerita, ‘Aku pernah mengerjakan shalat ‘Idul Fithri dan ‘Idul ‘Adh-ha bersama rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tidak hanya sekali atau dua kali tanpa adzan dan tanpa iqamah.’ (HR. Muslim 887, abu Dawud 1148, dan at-Tirmidzi 532).

Dari Atha’, ia berkata, ‘Jabir memberitahukanku, bahwasanya tidak ada adzan untuk shalat pada hari raya ‘Idul Fithri ketika imam keluar, dan tidak juga iqamah, seruan, atau sesuatu yang lainnya.’ (HR. Muslim 690).

🧭 Shalat Sunnah Sebelum dan Sesudah Shalat ‘Idul Fithri

Tidak ada shalat Sunnah sebelum maupun sesudah shalat Id.

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ‘Nabi Shalalalhu ‘alaihi wasallam pernah keluar pada hari ‘Id, lalu beliau shalat dua rakaat dan beliau tidak melakukan shalat (sunnah) sebelum maupun sesudahnya.’ [HR. Bukhari 989 dan Muslim 884]. 

Ibnul Qayyim berkata, ‘Sesampainya di tanah lapang, beliau Shalalalhu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya tidak pernah melakukan shalat sebelum shalat ‘Ied dan tidak juga sesudahnya.’ [Zâdul Ma’ad 2/443].

🧭 Khutbah ‘Idul Fithri

Pelaksanaan khutbah ‘Iedul Fithri dilakukan setelah shalat ‘Ied. Ibnu Abbas berkata, 'Aku pernah shalat bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, Abu Bakar, Umar, dan ‘Utsman. Mereka semua melakukan shalat sebelum khutbah.’ [HR. Bukhari 962 dan Muslim].

Khutbah ‘Ied dilakukan sama seperti khutbah-khutbah lainnya, dibuka dengan pujian pada Allah, dan tidak ada satu hadits shahihpun yang menjelaskan dibukanya khutbah dengan takbir. Ibnul Qayyim berkata, ‘Tidak ada satu beritapun yang terpelihara dari Nabi, bahwa beliau membuka khutbah ‘Iedul Fithri dan ‘Iedul ‘Adh-ha dengan takbir.’ [Zâdul Ma’ad 1/447].

Hanya saja, khutbah ‘Ied hanya satu kali tidak dua kali seperti halnya dengan khutbah Jum’at. Dari Jâbir, ia berkata, ‘Aku melakukan shalat ‘Ied bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau memulai dengan shalat sebelum khutbah tanpa adzan dan iqamah, kemudian berdiri bersandar pada Bilal, lalu beliau memerintahkan bertakwa kepada Allah, mendorong untuk melakukan ketaatan, dan memperingati orang-orang kemudian beliau pergi.’ [HR. Bukhari dan Muslim].

Dan juga, khatib berdiri di atas tanah dan bukan di atas mimbar. Dari Thâriq bin Syihab Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Marwan mengeluarkan mimbar pada hari ‘Ied, lalu ia memulai khutbah sebelum shalat. Lalu, berdirilah seorang laki-laki dan berkata, ‘Wahai Marwan, engkau telah menyelisihi sunnah, engkau telah mengeluarkan mimbar pada hari ‘Ied padahal tidak pernah dikeluarkan sebelumnya, dan engkau memulai khutbah sebelum shalat’.” [HR. Muslim 882 dan Abu Dawud 1140].

♾️🧭♾️
〰〰〰〰〰〰〰
📱JOIN US
Whatsapp : ISLAMIC CENTER WULUHAN :
https://chat.whatsapp.com/LJTcXonhx7ZI6XPazC8I7Y
〰〰〰〰〰〰〰

📡 Disebarkan dan diedit oleh
Yayasan Al-Burhan Jember (Islamic Center Wuluhan)
Jl. Patimura, Purwojati, Dukuh Dempok, Wuluhan, Jember

#kajian #sunnah #ramadhan #muhammadayyub #alburhanjember #islamiccenter #wuluhan #jember

Komentar

Lebih baru Lebih lama