Hukum Shalat Tahajjud Setelah Shalat Tarawih Dan Witir

HUKUM SHALAT TAHAJJUD SETELAH SHALAT TARAWIH DAN WITIR

✅🅰♨🆎

⭕✍️ Pendapat yang unggul bahwa bilangan rakaat maksimal shalat malam (yang dibulan puasa disebut dengan istilah shalat tarawih) adalah 13 rakaat. Hal ini didasarkan pada hadits Ibnu ‘Abbâs radhiyallâhu ‘anhu tentang shalat malam Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam “ … kemudian beliau mengerjakan shalat dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian satu rakaat witir. Setelah itu beliau berbaring  sampai terdengar adzan, lalu beliau shalat dua rakaat, lalu keluar (ke masjid) untuk shalat Shubuh.” (HR. Al-Bukhari (117), (138), (183), (697-699), (776), (859)-(992), (1198), (4569) dan Muslim (763).

Ibnu ‘Abbas juga berkata, 

“Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di malam hari adalah 13 raka’at.” (HR. Bukhari no. 1138 dan Muslim no. 764.)

Dua hadits diatas tidaklah bertentangan dengan hadits riwayat ‘Aisyah radhiyallâhu ‘anha yang menetapkan bilangan shalat malam Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam hanya 

berjumlah sebelas rakaat lantaran dua rakaat ringan yang beliau lakukan sebelum sebelas rakaat tersebut adalah pembuka shalat malam (rak’atain khafifatain).  

Dari Abu Salamah bin Abdurrahman, bahwasanya ia pernah bertanya kepada Aisyah Radhiyallahu Anhuma, "Bagaimana shalat Nabi Shallallahu  Alaihi wa Sallam pada bulan Ramadhan?" Aisyah menjawab, 'Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak pernah (shalat lail) lebih dari sebelas rakaat pada bulan Ramadhan maupun bulan-bulan lainnya, beliau mengerjakan empat rakaat; jangan tanya tentang bagus dan panjangnya. Kemudian beliau shalat empat rakaat; jangan tanya tentang bagus dan panjangnya. Kemudian beliau mengerjakan shalat tiga rakaat.” (HR. Al-Bukhari (1147), Muslim (738), Abu Dawud (1341), At-Tirmidzi (439), dan An-Nasai (3/234).]

Ketetapan ini (bahwa 2 rakaat yang pertama adalah dua rakaat pembuka atau dua rakaat yang ringan) berdasarkan dengan beberapa hadits, diantaranya:

Dari Ibnu ‘Abbâs radhiyallâhu ‘anhu ia berkata, “….Lalu beliau shalat dua rakaat yang ringan. Di mana beliau membaca surat al-Fatihah pada tiap-tiap rakaatnya, kemudian beliau salam lalu shalat hingga shalat (sejumlah) sebelas rakaat (termasuk) dengan witirnya.." [Shahih. HR. Abu Dâwud (1366). Syaikh al-Albâni dalam Shahih Abu Dâwud (5/105) berkata: Hadits Shahih dan sanadnya berdasarkan atas kriteria Muslim].

☑ Persoalan shalat dipertengahan atau diakhir malam setelah tarawih.

Jika anda telah mengetahui bahwa jumlah maksimal shalat malam adalah 13 rakaat baik di ramadhan maupun diluar Ramadhan maka anda tidak perlu lagi melakukan shalat malam setelah tarawih, karena tarawih itu nama lain dari shalat malam itu sendiri. Anda bertarawih bersama imam hingga tuntas maka hal itu dicatat disisi Allah ta'ala seperti shalat malam semalam suntuk.

Adapun jika anda mengikuti pendapat bahwa shalat malam itu tidak terbatas hingga 13 rakaat maka anda boleh melakukan shalat malam lagi namun dengan catatan shalat malam tersebut tidak boleh ditutup dengan witir karena anda telah berwitir saat tarawih diawal malam.

Karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang kita berwitir dua kali dalam satu malam, beliau bersabda:

لا وتران في ليلة

"Tidak ada witir dua kali dalam satu malam." [HR. At Tirmidzi].

〰〰〰〰〰〰〰
📱JOIN US
Whatsapp : ISLAMIC CENTER WULUHAN :
https://chat.whatsapp.com/LJTcXonhx7ZI6XPazC8I7Y
〰〰〰〰〰〰〰

📡 Disebarkan dan diedit oleh
Yayasan Al-Burhan Jember (Islamic Center Wuluhan)
Jl. Patimura, Purwojati, Dukuh Dempok, Wuluhan, Jember

#kajian #sunnah #ramadhan #muhammadayyub #alburhanjember #islamiccenter #wuluhan #jember 

Komentar

Lebih baru Lebih lama